Umroh Bersama Amisya
Edi Kartono
Perjalanan umroh bersama Amisya bukan sekadar perjalanan ibadah… tapi perjalanan hati yang penuh makna dan kenangan yang tak terlupakan.
Sejak awal keberangkatan, suasana kebersamaan sudah terasa hangat. Kami dipertemukan dalam satu tujuan yang sama: memenuhi panggilan Allah. Dalam rombongan ini, ada banyak karakter yang membuat perjalanan semakin berwarna.
Ada sosok inspiratif seperti Mel Shandy yang hadir dengan kerendahan hati, menyatu tanpa jarak di tengah kebersamaan. Di Tanah Suci, semua terasa sama… tidak ada perbedaan, hanya hamba yang datang dengan doa dan harapan.
Dan tentu saja… ada juga Bunda Ica 😄
Yang selalu berhasil mencairkan suasana dengan keceriaannya. Tingkahnya yang heboh, terutama dengan “well”-nya yang khas itu, justru menjadi warna tersendiri dalam perjalanan ini. Di tengah kekhusyukan ibadah, kehadiran beliau menghadirkan senyum dan tawa yang menghangatkan.
Saat pertama kali melihat Ka’bah, hati ini seakan luluh. Air mata jatuh tanpa diminta. Segala lelah perjalanan terasa hilang. Di tengah jutaan manusia, justru terasa begitu dekat dengan Allah.
Kami menjalani setiap rangkaian ibadah bersama… thawaf, sa’i, hingga doa-doa yang dipanjatkan dalam diam. Ada momen saling menguatkan, saling mengingatkan, dan saling menjaga satu sama lain.
Kebersamaan ini terasa begitu indah…
antara haru, tawa, dan doa yang saling mengiringi.
Amisya bukan hanya sekadar travel, tetapi menjadi bagian dari perjalanan spiritual ini. Pelayanan yang tulus, pendampingan yang sabar, dan suasana kekeluargaan membuat ibadah terasa lebih khusyuk dan nyaman.
Momen yang paling membekas adalah ketika duduk memandang Ka’bah dalam diam…
hati berbicara, air mata mengalir, dan doa-doa terucap tanpa suara.
Dan di sela-sela itu… tawa kecil dari kebersamaan, termasuk candaan Bunda Ica, menjadi pengingat bahwa perjalanan ini bukan hanya tentang ibadah, tapi juga tentang persaudaraan.
Ketika perjalanan ini berakhir, saya sadar…
yang berubah bukan tempatnya, tetapi hati ini.
Ada ketenangan yang sulit dijelaskan,
ada rindu yang tertinggal di Tanah Suci,
dan ada harapan untuk bisa kembali lagi suatu hari nanti.
Terima kasih ya Allah, atas kesempatan ini.
Terima kasih Amisya, atas perjalanan yang penuh makna.
Dan terima kasih untuk setiap kebersamaan…
yang kini menjadi kenangan indah, penuh haru dan senyuman.
Sebuah perjalanan yang tidak hanya dikenang…
tetapi dirasakan, jauh di dalam hati.


Kenangan bersama Amisya







Galery
Tanggal 7 Februari 2026
















































































































































































Tanggal 8 Februari 2026




























































































































































Tanggal 9 Februari 2026








































































































































Tanggal 10 Februari 2029




































Tanggal 11 Feb 2026




































































































































































Tanggal 12 Februari 2026












































































































































13 Februari 2026














































































































































Tanggal 15 Februari 2026


































































































































































































































































































Tanggal 16 Februari 2026






































